Bab 86. Bom Waktu

1201 Words

Pagi yang dingin merayap masuk melalui celah jendela tinggi kantor Profesor Arslan. Embun masih menggantung di balik kaca, namun tangan sang profesor gemetar, bukan karena cuaca. Di atas meja kayu oak yang sudah tua, hasil penelitian mendiang Kendrick terbentang begitu jelas—terlalu jelas. Setiap lembar yang ia baca membuat punggungnya merinding. Formula obat penenang itu, tidak hanya bermasalah. Itu kriminal. Profesor Arslan menutup mulut dengan gemetar. “Ya Tuhan,” bisiknya. Dalam catatan Kendrick, ada bukti bahwa bahan tambahan yang ditemukan—bahan yang meningkatkan ketergantungan dan memicu kerusakan saraf—adalah komponen yang tidak seharusnya masuk ke sirkulasi legal. Komponen yang hanya dipakai untuk penelitian klinis terbatas, bukan konsumsi medis luas. “Kendrick … apa yang se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD