Bab 48. Nafas Terakhir Yang Terselamatkan

1401 Words

Allysa mendekat, menggenggam tangan Lucas erat. “Tuan keras kepala … tapi aku bersyukur Tuan masih di sini.” Lucas tersenyum tipis, lalu berbisik, “Kalau aku mati semalam, aku ingin kau tahu satu hal.” Allysa menatapnya, jantungnya berdebar. “Apa?” Lucas membuka mulut, tapi suara langkah cepat terdengar dari luar. Marco masuk dengan wajah tegang, membawa sebuah amplop hitam. “Tuan Lucas,” katanya dengan nada mendesak. “Kami baru menerima pesan dari orang dalam. Ada kemungkinan penyerangan di pantai bukan kecelakaan.” Lucas menegang. “Apa maksudmu?” Marco menatapnya serius. “Seseorang memerintahkan pembunuhan Anda—dan target sebenarnya bukan Anda.” Allysa terperanjat. “Bukan Tuan Lucas?” Marco menatapnya sekilas, lalu menatap Lucas lagi. “Ya, Tuan. Targetnya … adalah Nyonya Allysa.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD