Hujan turun tipis di Jakarta sore itu, membuat udara terasa lebih dingin dari biasanya. Rumah Allysa suasananya tampak hangat sekaligus menegangkan. Ayah Amir dan Ibu Ika duduk di ruang tamu, mencoba terlihat tenang padahal sejak pagi Allysa gelisah. Perutnya yang semakin membesar membuat langkahnya perlahan saat berjalan mondar-mandir di ruang tengah. Ia terus menatap jam dinding, lalu jendela, lalu jam lagi. Kedua tangannya memegang d**a, berusaha menenangkan degup jantungnya yang tak biasa. “Allysa, sudah duduk dulu, nanti kecapekan,” ucap ibunya lembut, namun wajahnya sendiri ikut cemas. “Aku nggak bisa, Bu … aku takut, aku tidak bisa menghubungi Lucas. Dan, Lucas pun sudah lama tidak meneleponku. Aku bingung, Bu.” Belum sempat ia melanjutkan, suara klakson pelan terdengar dari l
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


