Juliet meneguk anggurnya perlahan, matanya berkilat licik. Ia berbisik pada Sammer dan Said yang duduk tak jauh. “Bersiaplah. Hari ini bukan hanya hari pernikahan … tapi juga hari penentuan siapa yang benar-benar memegang kendali.” Ruby menoleh cepat, wajahnya tegang. “Mama … apa maksudmu?!” Juliet menoleh, tersenyum samar. Ia memeluk putrinya dan berbisik, “Tenang, sayang. Justru hari ini kau akan melihat drama yang membuatmu bahagia.” Ruby menatap ibunya bingung, tapi Juliet hanya memberi isyarat agar ia duduk manis. *** Akad nikah dimulai. Seorang imam tua dengan janggut putih duduk di meja kecil yang sudah disiapkan di depan panggung. Di atas meja terhampar kitab suci Al-Qur’an dan dokumen akad nikah. Dua saksi laki-laki dari keluarga besar duduk di sampingnya. Lucas melangkah

