Bab 31. Firasat Lucas

1235 Words

“Tidak ada yang aneh, Tuan. Semua terkendali.” Suara Marco terdengar mantap. Matanya mengawasi monitor CCTV kecil yang ia bawa di tangannya. Namun Lucas hanya berdiri mematung, tatapannya liar menyisir lorong rumah sakit. Aura dingin memancar dari wajahnya, sorot matanya seperti binatang buas yang mencium aroma darah. “Aku tidak percaya,” desisnya. Nafasnya berat, dadanya naik turun. “Firasatku tidak pernah salah, Marco. Ada yang tidak beres.” Marco menatap tuannya lama, lalu mendekat. “Tuan, Anda terlalu lelah. Empat hari tanpa tidur membuatmu lebih sensitif.” “Tutup mulutmu!” Lucas mendadak menghardik, membuat dua penjaga di ujung lorong refleks berdiri tegak. “Kalau aku bilang ada sesuatu, berarti ada.” Suasana lorong mendadak tegang. Hanya suara langkah perawat yang lewat sesekali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD