Hanya Ingin Sebuah Keluarga

1423 Words

"Bagaimana dok? Sudah boleh pulang??" tanya Storm yang sudah tidak sabaran. Ketika dokter belum juga selesai melakukan pemeriksaan, pada pagi harinya. "Apa kakinya masih sakit??" dokter sembari melihat kaki Storm yang di gips. "Tidak," jawab Storm sembari menggelengkan kepala dengan sangat semangat sekali. "Oh ya?" ucap dokter yang tiba-tiba saja mengangkat kaki Storm. "Arghhh!! Dok!" pekik Storm dan kakinya itupun kembali diletakan lagi di atas ranjang. "Masih belum berarti ya? Teriakannya lumayan keras soalnya," ucap dokter tersebut sembari tersenyum. "Dok, saya tidak mau di rumah sakit terus. Saya harus cepat-cepat pulang. Tubuh saya terasa bugar kok. Cuma kaki yang sakit sedikit. Cuma sedikit dan sangat sedikit!!" cetus Storm dengan penuh penekanan. "Iya. Semua pasien di rumah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD