"Ayo turun. Masih banyak pekerjaan, yang harus diurus di kantor," ucap Alexander, ketika mobil yang ia bawa sudah sampai di depan rumahnya. Alice menelan salivanya sendiri. Keluar dari mulut singa dan malah masuk ke dalam mulut buaya. Begitulah kira-kira, situasi yang harus Alice hadapi sekarang. Orang-orang di dalam sana, pasti akan mengadilinya, karena bukannya memberi uang lagi. Tapi, ia malah pindah lagi ke sini. "Ayo cepatlah," perintah Alexander, yang sudah sangat terburu-buru. "Iya," balas Alice yang segera turun dari mobil dan juga, langsung ditinggalkan begitu saja oleh Alexander yang sudah sangat terburu-buru itu. Alice menghela napas dengan sangat panjang. Setelah itu, ia tarik kopernya dan berjalan tanpa semangat ke arah rumah yang berada di depan sana. Pintu rumah Alice ke

