Bab 53 | Mempersiapkan Kematiannya

1524 Words

Rayyan terjaga dengan kepala yang terasa berat, matanya perih, tenggorokannya kering kerontang, dan hatinya kembali mengerang pilu saat menyadari semua hal pahit yang menyerangnya begitu brutal adalah kenyataan. Pria itu beranjak dan membuka pintu kamar, rasa dingin yang mencekik langsung dia rasakan, keadaan apartemen yang gelap gulit menambah pilu suasana hati Rayyan karena menyadari wanita itu benar-benar telah pergi. Helaan napasnya kembali terasa berat dan dia mengusap lengannya sendiri, apartemennya yang selalu terasa hangat kini justru membuatnya menggigil, karena sumber kehangatan itu telah pergi setelah berhasil merajam hatinya dengan begitu kejam. Rayyan membuka kulkas dan langsung menenggak air dingin dari botolnya, membuat rasa dingin yang nyata itu benar-benar melewati k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD