Tak lama kemudian, Jonathan menampilkan senyum sinisnya. Dia mendekati Berliana. "Jadi si b******k itu belum menyentuhmu, Liana," tanyanya dengan dingin. Berliana meneguk saliva dengan susah payah, menyadari kebodohannya yang tidak dapat beradu argumen dengan Jonathan. "Bukannya kamu bilang padaku kalau sentuhan Oliver lebih dahsyat dari sentuhanku? Jadi mana yang benar? Kamu sudah melakukannya dengan b******n itu atau ini hanya bualanmu saja, Liana?" Jonathan melontarkan pertanyaan bertubi-tubi, membuat detak jantung Berliana berdetak cepat. Baru saja gadis itu akan bersuara, Jonathan kembali bersuara. "Atau kamu benar-benar jalang yang haus belaian laki-laki?" Berliana terkesiap saat mendengar tudingan itu, detik berikutnya dia kembali menampar Jonathan sekuat tenaga, tak peduli

