"Liana. Kamu ngapain bengong aja? Ayo turun, kita masih harus memberikan keterangan di kantor polisi," ucap Ares memecah lamunan Berliana. "Saya mau pulang, capek. Bapak saja yang ke kantor polisi," sahut Berliana dengan wajah lesu. "Tidak bisa, Liana. Kamu ini korbannya, jadi kamu juga harus ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan." Nada suara Ares yang tegas akhirnya membuat Berliana mengikuti pria itu. Mereka berjalan menuju kantor polisi terdekat dari stasiun begitu keluar dari kereta. Udara dingin sehabis hujan rupanya tak dapat meredam kekesalan Berliana. Sesampainya di kantor polisi, Berliana malah menunjukkan wajah sinis kepada pria yang telah melecehkannya itu. Ares melirik sekilas ke arah anak buahnya, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak membuat B

