Apa rencanamu Selanjutnya

2066 Words

Kamar Master Suite itu terasa seperti sel isolasi bernilai miliaran rupiah. Elena duduk di depan meja rias bergaya Victoria, menatap pantulan wajahnya di cermin kristal. Tangannya yang gemetar memegang sebuah concealer mahal, berusaha mati-matian menutupi bekas kebiruan di pangkal lehernya. Pikirannya berpacu gila-gilaan. Otaknya yang terbiasa membedah anatomi manusia kini bekerja keras membedah setiap kemungkinan, mencari satu saja celah sempit untuk keluar dari jeratan mematikan ini. ‘Aku harus mencari sekutu di luar mansion ini. Aku harus menyelundupkan pesan. Aku—’ Suara klik pelan dari arah pintu seketika menghentikan aliran darah di nadinya. Bulu kuduk Elena meremang. Dari pantulan cermin, ia melihat gagang pintu kamar utama itu ditekan ke bawah. Pintu berderit terbuka, menampilka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD