Mungkin Aira Hamil

1811 Words

Elena tersenyum lembut, sebuah senyum yang dirancang untuk menenangkan badai di hati pasiennya. Ia duduk di sebelah Aira, meraih tangan wanita itu yang dingin. "Tenang saja," suara Elena mengalun seperti melodi cello. "Kau dalam keadaan prima. Sangat prima. Dinding rahimmu menebal dengan sempurna, siap menjadi sarang yang hangat. Suhu basal tubuhmu juga meningkat stabil, tanda bahwa ovulasi telah terjadi dengan sukses." Mata Aira berbinar, memantulkan harapan yang nyaris menyakitkan untuk dilihat. "Benarkah? Jadi... obat penyubur itu bekerja?" "Lebih dari sekadar bekerja. Tubuhmu meresponsnya dengan antusias, seolah-olah selama ini rahimmu memang menunggu untuk dibangunkan dari tidur panjang akibat 'vitamin' suaminya." Elena menyelipkan nada sinis yang halus saat menyebut Bastian, teru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD