Bab 15. Harga Sebuah Maaf

1504 Words

Pagi itu, kampus terasa jauh lebih menyesakkan bagi Hanami. Setiap langkah yang ia ambil di koridor Fakultas Sastra seolah diikuti oleh pasang mata yang berbisik. Postingan Jasson semalam, meski hanya menampakkan punggung dan tumpukan buku telah menjadi api yang membakar rasa penasaran satu universitas. Hanami mencoba menulikan telinga, mengeratkan pegangan pada tasnya, dan terus berjalan menunduk. Ia baru saja hendak masuk ke ruang dosen saat sebuah hadangan kasar menghentikannya. Evelyn. Gadis itu berdiri dengan wajah yang memerah padam, napasnya memburu, dan di tangannya ia menggenggam ponsel yang menampilkan layar i********: Jasson. "Ini lo, kan?!" suara Evelyn melengking, menarik perhatian mahasiswa yang berlalu-lalang. "Lo sengaja, kan? Lo manfaatin keadaan Jasson yang lagi jatuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD