Bab 34 — Vika & Alvaro

2004 Words

"Nggak ada Vika, Al. Kamu mimpi kayaknya, berhalusinasi.” Alvaro menggeleng. Baginya yang barusan itu terlalu nyata untuk disebut mimpi. Genggaman tangannya Vika, masih terasa olehnya. Tidak... dia sedang tidak bermimpi. "Mama jangan bohong!" Alvaro tetap memaksakan diri melangkah tertatih, setelah menepis tangan mamanya yang membantu berdiri, namun menahan agar dirinya kembali berbaring saja. "Aku mau ketemu Vika pokoknya. Aku tahu, Mama selama ini nyembunyiin dia dari aku. Nggak apa-apa, aku yang akan cari sendiri." Zee sedih sebenarnya. Tapi, ini memang yang terbaik menurutnya. Agar adil juga buat Vika. Anaknya ini telah menyakiti perempuan itu, jadi Zee tak ingin mempermudah meski anaknya sendiri. Zee ingin mereka bertemu dengan jalannya sendiri, tanpa bantuan darinya. "Al, kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD