Alvaro sering menghabiskan waktu di apartemennya Vika, kadang menginap di sana juga. Dia rawat apartemen itu, yang mana dia berharap sang pemilik akan kembali ke tempat ini suatu saat nanti. Alvaro sungguh merindukan perempuan itu. Tak pernah dia merasa begitu kehilangan saat ditinggalkan seseorang. Berkali-kali Alvaro coba menghubungi Vika lagi dan lagi menggunakan nomor baru, selalu diblokir oleh perempuan itu. Alvaro juga berkirim email, yang tak pernah mendapatkan balasan satu pun. Alvaro bukannya diam saja tak mencari, tetapi tak mendapatkan petunjuk apa pun. Sementara, keluarganya bungkam. Dia di rumah seperti orang dimusuhi saja. Ratu atau kedua orangnya memang ada berbicara dengannya sesekali, tapi nada bicara mereka semua masih saja tak bersahabat. Alvaro sadar, dia salah. Dia

