Kecelakaan Di Tengah Jalan

1069 Words

Hazen memutar tubuhnya seraya mendorong troli ke arah lain, berniat untuk pergi dan menjauh dari Arthur. Namun pria itu menghadangnya. "Tunggu, Hazen!" tahannya memegang troli gadis itu. Hazen menghela nafas panjang, "Apa yang kau lakukan? Jangan halangi jalanku!" ujarnya dengan nada malas. Arthur terdiam mendengarnya, matanya menyorot sendu. "Aku tahu, maafkan aku!" ucapnya pelan. "Lupakan! Menyingkirlah sebelum kutembak kepalamu!" dengus Hazen seraya menghentak troli, lalu melangkah pergi. Arthur hanya bisa terdiam melihatnya pergi. Hazen sendiri menghela nafas, sembari berjalan menjauh, dia mengusap air matanya dengan kasar. "Ayolah, Hazen! Dia tak seberarti itu buatmu!" gumamnya, tapi yang ada justru air matanya kembali meleleh tanpa bisa ditahan. Hazen kembali mencari mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD