Dilema Semuanya

1096 Words

Alia memandangi wajah Raffa yang tengah tertidur, matanya tak berhenti meneteskan air mata sejak tadi. Mengingat apa yang menimpa putranya itu. Pagi tadi Raffa demam tinggi, kondisinya sangat lemah hingga mereka terpaksa membawanya kembali ke rumah sakit. Tadinya Fala berpikir dia akan merawat Raffa di rumah saja, hanya saja situasi mengharuskan dia mendapat penanganan medis lain dengan peralatan yang lebih lengkap. Fala muncul memasuki ruangan, tangannya membawa kantong kertas berisi makan siang untuk Alia. Istrinya itu bahkan belum makan sesuap pun sejak semalam. "Kamu makan dulu, Sayang! Biar aku yang jaga Raffa!" kata Fala seraya menyentuh bahu Alia dengan lembut. Alia menoleh seraya mengulas senyum tipis, "Ya, terima kasih sudah membawakan makanan!" ucapnya mencium tangan Fala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD