Bram Murka

1069 Words

Arthur hanya menatap sekilas pada Bram dan Mira, sementara ini mereka fokus pada klien utama yaitu Liliana. Gadis dengan wajah Indo itu sangat rupawan dibalik kacamata hitamnya. "Selamat datang, Nona, kami disini untuk menjemput Anda!" kata Hazen tersenyum formal. Bram dan Mira tampak terkesima melihat Hazen berbahasa dengan fasih. Liliana hanya mengangguk mengiyakan, lalu berjalan mendahului mereka, Hazen mendampinginya menuju mobil mereka. Arthur yang berada di belakangnya pun melempar senyum heran pada kedua orang yang sangat dikenalnya. "Jangan tanya! Aku disini sebagai pengawalnya sejak dari Indonesia!" ujar Bram tanpa menoleh. Arthur terkekeh pelan, "Kamu cocok dengan setelan itu!" balasnya melirik penampilan Bram yang saat itu memakai jas hitam. Mira terkikik di sebelahnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD