Perang Dingin Bram - Arthur

1027 Words

Di ruangan belakang yang menghadap danau, Arthur dan yang lainnya berkumpul siang itu. Mereka hendak membahas mengenai pencarian Arta. Untuk sejenak, Bram mengabaikan masalahnya dengan Arthur. Begitu juga Arthur yang merasa lega karena Bram masih mau duduk bersama demi Arta. "Rey memberiku daftar dokter yang bertugas di rumah sakit yang tersebar di kota ini," kata Bram membuka pembicaraan. Lintang sudah tak sabar untuk mengetahui seberapa dekat dia dengan putranya. Bram mengeluarkan dokumen dalam beberapa lembar kertas, yang lain langsung mengambil satu dan membacanya. "Banyak sekali," desah Mira melihat daftar di tangannya dengan kening berkerut. "Disini lah mungkin perjuangan kita dimulai," kata Bram menatap Lintang, wanita itu mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Arthur tersentuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD