Arta Kabur

1031 Words

Layla terkejut ketika Arta menepis tangannya dengan kasar, raut wajahnya terlihat penuh amarah. "Ada apa? Kenapa kamu begini?" tanya Layla. "Aku ini Raffa, bukan Arta!" teriak Arta lagi, wajahnya yang merah padam kemudian basah oleh air mata. "Apa kamu tidak ingin mengakui mereka sebagai orang tua kamu?" kata Layla heran. "Kamu sendiri bagaimana? Kamu mau melakukannya? Apa kamu percaya pada mereka?" sergah Arta dengan nafas memburu menahan emosi. Layla tertegun, "Sebagai seorang anak yang dari kecil hidup berdua dengan ibu, aku bersyukur karena akhirnya aku menemukan kedua orang tuaku dan aku sangat gembira karena ternyata mereka sangat baik hati," ungkapnya terus terang. Arta berdecih, "Tapi tidak denganku! Aku membenci dia yang mengaku sebagai ayahku!" ucapnya geram. "Kamu nggak b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD