Sekolah

1075 Words

Pertemuan Arta dan Layla di meja makan terlihat sedikit kaku, Arta menatap Layla dengan kesal sementara anak perempuan itu sendiri mengacuhkannya. Pemandangan itu membuat para orang dewasa merasa geli dan lucu melihatnya. "Hei, apa yang terjadi di sini?" kata Arthur. "Mungkin dia masih kesal karena kemarin aku bisa memanjat pohon sementara dia tidak!" kata Layla sambil memegang gelas susunya. "Sayang, jangan begitu!" tegur Rani. "Kenapa, Ibu? Aku bicara sebenarnya!" jawab Layla. Rani tersenyum canggung mendengarnya. "Kamu 'kan sudah belajar naik pohon, kenapa masih tidak bisa? Sekarang kamu malah marah padaku!" kata Layla menatap datar ke arah Arta. "Aku tidak marah!" ujar Arta ketus, terlihat wajahnya merah padam. "Sudah! Kalian akan berangkat sekolah bersama, jadi jangan berteng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD