Sementara para wanita sibuk mengobrol di sofa dengan album foto dan tawa yang sesekali terdengar, Tuan Wibisono dan Darren berjalan pelan meninggalkan ruang keluarga. Mereka melewati pintu kaca besar yang mengarah ke halaman belakang, lalu menyusuri setapak batu andesit yang diapit oleh tanaman hias dalam pot-pot mahal. Waktu bergulir ke sore hari yang mulai terasa sejuk. Angin bertiup pelan, dedaunan di taman bergoyang pelan, tidak ada suara bising apapun di sekitar sini, membuat obrolan Mereka tidak terganggu. Mereka berjalan hingga mencapai beranda samping yang memang sengaja didesain sebagai area bersantai. Di sana, beberapa pohon rindang tumbuh, menciptakan naungan alami. Tanaman hias berjejer rapi di sudut-sudut, dan di tengahnya, sebuah ayunan kayu berukuran sedang bergantung d

