Finally We Got Married!

1872 Words

“Nih, minum dulu,” kata Darren lembut sambil menyerahkan segelas air dingin pada Alena yang masih terengah-engah di sofa. Tubuh mereka berdua masih tak berbusana, hanya ditutupi selimut tipis yang melorot hingga pinggang, kulit berkilau tipis oleh keringat yang belum kering sepenuhnya. Napas Alena masih pendek-pendek, d**a naik-turun cepat setelah gelora hasrat yang baru saja mereka lepaskan. Alena menerima gelas itu dengan tangan gemetar kecil, meneguk isinya dengan cepat hingga hampir habis. Air dingin mengalir menyegarkan tenggorokan keringnya. “Argh! Haus banget, Om,” gumamnya puas sambil menyeka sudut bibir dengan punggung tangan. “Makasih ya, Sayang.” Darren tersenyum kecil, duduk di sebelah Alena dengan santai, tubuh kekarnya menempel hangat ke sisi gadis itu, satu lengan langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD