Different Path

1738 Words

Makan malam pertama setelah pengakuan itu berlangsung dalam suasana sedikit lebih canggung. Udara di ruang makan keluarga yang biasanya hangat oleh canda dan obrolan santai, kini diisi oleh denting perlatan makan dan suara kunyahan yang seolah diperbesar oleh keheningan yang sedari tadi menggantung di sini. Meja kayu solid yang penuh kenangan keluarga, kini menjadi panggung bagi sebuah penataan ulang hubungan yang masih sangat baru dan rapuh. Ekspektasi Amel dan Rafif selama bertahun-tahun membayangkan seorang pemuda, mungkin seumuran, dengan karier yang mulai menanjak, dibawa oleh putri mereka pulang untuk diperkenalkan, ternyata meleset jauh. Realitas yang duduk di seberang meja justru Darren Wibisono. Sosok yang usianya lebih dekat dengan mereka, yang status sosialnya telah mapan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD