Bab 40 - Membalas Dendam

1386 Words

Di kampus, baru saja Alena keluar dari kelas, ia sudah melihat Keandre berdiri di depan pintu, seolah menunggunya sejak tadi. Ia terkejut, karena jarang sekali Keandre datang ke gedung fakultasnya tanpa memberi kabar. Refleks, Alena memasang senyum ceria dan menghampirinya. "Sayang! Kok nggak bilang kalau mau ke sini?" ucapnya sambil menggandeng lengan Keandre. Namun Keandre langsung melepaskannya, gerakannya cepat dan membuat Alena sedikit tersentak. Keandre tidak menjawab. Ia malah menarik lengan Alena, mengajaknya menjauh dari para mahasiswa yang lalu-lalang di lorong. Tarikannya tidak kasar, tapi jelas menunjukkan ia sedang tidak ingin dilihat orang. "Kenapa? Ada apa?" tanya Alena pelan, tetapi Keandre tetap berjalan, langkahnya panjang dan tegas. Mereka berhenti di taman kampus, d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD