Keandre Mulai Penasaran

1800 Words

Kaelo masih tertidur pulas di kamar ayahnya, napasnya teratur dan kecil, tangan mungilnya memeluk boneka beruang yang Darren berikan tadi siang. Cahaya sore sudah mulai meredup, sinar matahari jingga menyusup melalui tirai tipis, mewarnai lantai kayu dengan bayangan panjang. Darren duduk sendirian di beranda dekat kolam renang, secangkir kopi hitam tanpa gula mengepul pelan di tangannya. Ia bersandar santai di kursi rotan, kaki terentang, tablet di pangkuan menampilkan laporan keuangan kuartal terbaru. Sesekali ia meneguk kopi, mata tajamnya menyapu angka-angka, tapi pikirannya tak sepenuhnya di sana, ada jeda kecil setiap kali angin sore membawa aroma bunga kamboja dari taman. Sonya berjalan pelan dari kamar Keandre menuju dapur, berniat mengambil air putih. Langkahnya ringan di loron

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD