Mobil Naura, sebuah hatchback silver yang sudah akrab dengan perjalanan malam mereka, terparkir diam di pinggir jalan komplek, lampu hazard menyala pelan agar tak terlalu mencolok. Mesin sudah hidup, AC menyala dingin, musik EDM pelan mengalun dari speaker belakang. Alena membuka pintu belakang dengan hati-hati, jaket olahraga oversized dan topi kupluk menutupi hampir seluruh penampilannya. Ia meluncur masuk ke kursi tengah, menutup pintu pelan agar tak berbunyi keras, lalu menghela napas lega seolah baru saja lolos dari misi rahasia. Rhea yang duduk di depan langsung menoleh, alisnya terangkat tinggi saat melihat “penyamaran” itu. “Eh, kenapa lo pake jaket olahraga gini sih?” tanyanya sambil terkikik, nada suaranya heran. “Kayak lagi mau lari pagi, bukan ke club.” Naura, yang tangannya

