Alena merasakan jetlag yang cukup parah. Meskipun siang itu di Tokyo cuacanya cerah dengan langit biru tanpa awan dan sinar matahari musim gugur yang lembut menembus tirai tipis suite hotel, hampir sepanjang hari ia habiskan tertidur pulas di atas ranjang king size yang nyaman. Tubuhnya terasa letih, kepalanya sedikit berkunang-kunang, dan matanya sulit untuk tetap terbuka lebih dari beberapa menit. Darren tidak memaksakan kehendak. Ia sepenuhnya memahami bahwa istrinya membutuhkan istirahat setelah menempuh penerbangan panjang dan menjalani hari-hari magang yang begitu melelahkan akhir-akhir ini. Dengan penuh kesabaran, ia menghabiskan waktu di samping tempat tidur, duduk di kursi empuk sambil membaca laporan pekerjaan di laptop dengan suara yang hampir tak terdengar. Terkadang, ia meli

