Mereka Belum Curiga

1854 Words

Mobil berhenti pelan di depan gerbang rumah Alena yang sudah sunyi. Lampu teras masih menyala redup, menyorotkan cahaya putih ke halaman kecil yang rapi. Jam di dashboard menunjukkan hampir pukul dua pagi. Darren mematikan mesin, tapi tangan Alena langsung meraih lengannya sebelum pria itu sempat membuka pintu. “Jangan pencet bell-nya, Om,” cegah Alena cepat, suaranya berbisik panik sambil melirik ke dalam rumah yang gelap. “Biar aku aja yang ketok pelan. Nanti Mama Papa kaget kalau dibangunin mendadak.” Darren menatapnya sebentar, alisnya terangkat tipis tanda ia bukan marah lagi, tapi ada ketegasan yang tak goyah. Tanpa bicara, ia tetap membuka pintu mobil dan turun. Alena buru-buru mengikuti, sandal flip-flop Darren yang kebesaran membuat langkahnya sedikit kikuk di aspal dingin. Dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD