Reaksi Jayne.

1010 Words

Jayne duduk kaku di sofa ruang keluarga. Televisi di depannya masih menyala, menayangkan tayangan ulang berita yang sama, berkali-kali, seolah ingin memastikan semua orang di negeri ini benar-benar tahu siapa yang ditangkap. Di layar, Reno tampak digiring dengan tangan terborgol, wajahnya penuh amarah, mulutnya berteriak-teriak seperti orang yang kehilangan kendali. Jayne merasakan tubuhnya dingin. Jantungnya berdegup cepat, bukan karena kaget semata, tetapi karena campuran emosi yang sulit ia uraikan. Reno. Pria itu—sosok yang dulu pernah menjadi bagian besar dalam hidupnya, ayah dari Ranu, sumber luka sekaligus bayangan yang terus menghantuinya. Ia tak bisa mengingkari fakta: melihat Reno dalam posisi terhina seperti itu membuatnya terkejut, bahkan syok. Namun, ada bagian lain dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD