Sesampainya di rumah Elang, mereka disambut cahaya hangat lampu teras. Pagar sudah terbuka, seakan tuan rumah sengaja menunggu. Begitu mobil berhenti, pintu depan terbuka, dan sosok kecil langsung berlari keluar. “Mama!” Ranu, dengan kaos tidur bergambar dinosaurus, menubruk ibunya begitu Jayne turun dari mobil. Tubuh mungilnya basah sedikit karena hujan yang menetes dari atap. Jayne langsung berjongkok, memeluk erat anaknya. Aroma shampoo anak-anak yang segar menyergap hidungnya. Tangis yang ia tahan sepanjang jalan akhirnya pecah, meski ia berusaha menyembunyikannya di bahu Ranu. “Mama baik-baik saja, Sayang. Mama kuat karena ada kamu.” Ranu menatap wajah ibunya polos, menyeka air mata dengan telapak tangan kecil. “Jangan nangis lagi ya, Ma. Aku di sini kok.” Jayne tersenyum samar d

