Darah Takizaki.

1170 Words

Jalanan malam Jakarta masih basah setelah hujan deras mengguyur sore tadi. Lampu-lampu kota memantul di aspal, menciptakan bayangan yang berkilau seperti serpihan kaca. Jayden mengemudi sendirian, pikirannya sibuk memutar ulang semua kejadian di pengadilan tadi siang. Ia menghela napas panjang, matanya sesekali melirik ke spion. Di balik rasa lega karena Jayne berhasil melewati sidang yang begitu menegangkan, ada sesuatu yang terus mengganggunya. Bukan Reno, bukan kasus hukum yang sedang berjalan—melainkan bayangan Mama dan Papa mereka. Dan benar saja, ponselnya bergetar di konsol mobil. Nama Papa muncul di layar. Jayden menelan ludah, jari-jarinya sedikit kaku saat menggeser tombol jawab. “Ya, Pa?” Suara berat dan berwibawa Daylon Takizaki terdengar di seberang. “Jayden. Datanglah ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD