Bab 17. Musuh Tak Dikenal

1126 Words

Akan tetapi, meskipun saat ini hanya sendirian, Ares merasa tak gentar. Dia terus melawan musuh yang bahkan tak dikenalinya itu, tanpa celah sedikitpun. Tak butuh waktu lama, satu per satu lawan tumbang di hadapan Ares. Keahliannya dalam bela diri sudah tak diragukan lagi—amukannya bagai badai yang mengamuk tanpa kendali, bahkan siap menebar maut bagi siapa saja yang dianggap bersalah. Namun kali ini, dia memilih bertarung tanpa senjata, hanya tangan kosong. Meski begitu, para musuh dibuat kewalahan, bahkan mereka tak mampu mendekat tanpa terluka. Sedikit luka menggores tubuh Ares, hasil serangan berkelompok yang tak terelakkan. Tapi itu tak membuatnya gentar. Tatapannya tetap tajam, penuh ancaman yang tak tersampaikan lewat kata. Dalam sekejap, tubuh para musuh berjatuhan satu demi satu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD