Saat Ares melangkah masuk ke dalam lift, ia baru menyadari hanya Raka yang mengikutinya di belakang, tanpa jejak Aluna, asisten sekaligus istrinya itu. Harapannya, Aluna pasti ikut bersamanya. Tapi kenyataan, wanita tersebut malah tak terlihat di sekeliling. Detik-detik itu seperti jarum yang menusuk hati Ares. Dengan tergesa, ia kembali melangkah keluar sebelum pintu lift tertutup rapat. "Pak Ares, Anda mau ke mana?" Suara Raka terdengar cemas. Namun, Ares diam membisu. Ia menapaki koridor dengan langkah cepat, seolah buru-buru mencari keberadaan Aluna yang hilang dari pandangan. * Sementara itu, Aluna masih berdiri di tempat semula, tubuhnya bergeming di tengah bisik-bisik karyawan yang mulai memenuhi udara. Ada yang mencibir dengan penuh iri, ada pula yang membela tanpa suara keras.

