Tubuh Aluna menggigil hebat, matanya sembab dan kosong saat menatap sosok Ares yang kini terperangkap di balik jeruji besi. Rasanya, dunianya runtuh seketika. Suaminya, yang seharusnya menjadi pelindung dan tumpuan hati, kini harus menanggung beban hukuman berat akibat kasus yang tak pernah ia bayangkan. Di antara mereka terhampar jarak dingin, dipenuhi oleh isak tangis dan rasa tak percaya yang membuncah. "Kenapa? Bagaimana bisa kamu ada di sini, Ares?" Suara Aluna nyaris patah, menahan pedih yang meremukkan jiwa. Ares menunduk, wajahnya kusut oleh penyesalan yang dalam. "Aluna ... maafkan aku. Aku bukan laki-laki baik. Aku pernah bilang sebelumnya, aku adalah ketua mafia. Kejahatan yang sudah aku lakukan tidak terhitung, kamu juga tahu itu. Dan walaupun aku sudah coba menjelaskan semua

