Bab 86. Takut Kehilangan

1205 Words

Akhirnya acara itu usai, Aluna duduk terpaku di dalam mobil, perjalanan pulang seolah berubah jadi neraka kecil baginya. Wajahnya bukan sekadar datar, ada perjuangan tak terlihat di balik senyum yang dipaksakan. Rasa sakit itu merayap, menusuk perutnya dengan ganas, semakin lama semakin tak tertahankan. Tubuhnya berguncang pelan saat secara refleks tangannya mengepal, menekan perut yang penuh derita. Ares menatap istrinya dengan cemas, menyadari ada sesuatu yang tak beres. "Sayang, kamu kenapa?" Suaranya lirih namun penuh kekhawatiran. Wajah Aluna yang biasanya cerah kini berubah pucat, bahkan keringat dingin menggenang di dahinya, padahal AC mobil mendinginkan ruang itu dengan dingin menusuk tulang. "Aku nggak apa-apa," jawab Aluna pelan, menyembunyikan rasa sakit itu. Tanpa ragu, Are

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD