Bab 84. Resmi Jadian

1238 Words

Nathan terdiam, dadanya berdebar, lidahnya kelu seolah kata-kata yang ingin diucapkan terkunci rapat di dalam mulutnya. Dia tahu betul apa yang harus dijawab, namun anehnya, semua itu hilang begitu saja, tertelan rasa ragu yang tak bisa ia jelaskan. Memandang Nathan yang terpaku, Raya merasakan getir di hatinya. Namun ia enggan memaksa, suaranya lembut tapi penuh pengertian, "Maaf kalau aku lancang, tapi kamu nggak perlu jawab." Nathan menghela napas panjang, matanya mengunci pandang pada Raya. "Raya … apa perlu aku menjawabnya?" tanyanya, suaranya berat penuh beban. Raya terdiam, bingung menyusuri makna di balik pertanyaan itu. Dengan tatapan yang tak bisa dibohongi, Nathan akhirnya mengurai kata-katanya, "Kamu masih tanya apa aku khawatir sama kamu? Lihat sekarang, aku ada di sini. Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD