"Ehem." Ares berdehem keras, memecah lamunan Aluna seketika. "Apa-apaan ini? Lepaskan aku! Kamu sengaja, ya? Cari kesempatan dalam kesempitan buat peluk-peluk aku?" Suara Aluna menusuk, penuh curiga dan marah. Ares merasa sangat terkejut, alisnya terangkat. Niatnya tulus, namun dituduh macam-macam membuat hatinya tersayat. Tanpa pikir panjang, dia melepaskan tubuh Aluna begitu saja. Wanita itu terjatuh dengan suara benturan yang menggelegar, bokongnya menghantam lantai dengan kasar. "Akh, sakit! Kasar banget sih, kamu. Jadi laki-laki kok begitu amat?" protes Aluna, wajahnya menahan nyeri dan amarah. Ares menatap dingin, suaranya datar namun tajam menusuk, "Bukannya kamu yang memintaku melepaskanmu? Ck, untuk apa aku mencari kesempatan memelukmu? Jangan asal menuduh!" "Ya, tapi 'kan, b

