Di dalam ruangan yang luasnya hampir tak berujung itu, Aluna dan Leo terpaku menatap pemandangan yang bagaikan dunia lain—sebuah Timezone raksasa berdiri megah, penuh dengan beragam permainan yang menggiurkan: bumper car berkelip lampu, mesin capit menggoda dengan hadiah-hadiah kecilnya, mandi bola yang berwarna-warni, lego raksasa yang menantang imajinasi dan ragam mainan lainnya yang memanggil jiwa petualang. Mata Leo membulat, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya yang meluap-luap. Ia sudah tak sabar melompat ke sana dan membenamkan diri dalam kegembiraan yang menanti. "Papa, ini Timezone punya Papa, ya?" tanyanya dengan suara penuh harap, nyaris tak percaya. Ares menggeleng sambil tersenyum. "Bukan, Leo. Tapi, ini hadiah untuk Leo." Seketika itu, keduanya—Leo dan Aluna semakin terk

