Bab 74. Untuk Kita

1135 Words

Sepanjang malam, Ares dan Aluna terjaga dalam keheningan yang mencekam, meski tubuh mereka saling berpelukan. Ares terus berusaha menenangkan istrinya, suaranya lembut namun penuh ketegangan. Tapi mata Aluna tetap terbelalak, menampakkan kecemasan yang menggerogoti dalam hatinya. Ia tahu, ketakutannya bukan tanpa alasan. Ares pun menatap jauh ke sudut kamar, pikirannya berkecamuk tentang hari esok yang penuh ancaman. Dulu, ia tak pernah merasa gentar saat menghadapi bahaya sendirian. Namun kini, Aluna dan Leo, buah cinta mereka, seperti domba yang terpisah dari kawanan, menjadi sasaran empuk para musuh yang mengintai dari balik bayang-bayang. Hatinya sesak, dadanya mengunci ketakutan yang tak bisa diucapkan. Bayangan buruk menari-nari di benaknya — sesuatu yang mengerikan akan menimpa kel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD