Sekar dan Raiden duduk saling membisu selama perjalanan, sesekali keduanya bergantian menoleh ke kursi belakang untuk memeriksa Revan yang tengah tertidur. Sepertinya dia kelelahan setelah seharian ini digempur soal ujian masuk di sekolah tadi. "Apa dia baik-baik saja?" tanya Raiden, meski dia yakin jika putranya hanya kehabisan energi saja. Sekar mengangguk, dia mengulurkan tangan untuk memeriksa kening Revan. "Nggak apa-apa, kok!" katanya pelan. Air mukanya pun perlahan terlihat lega. Dia sudah cemas jika Revan demam atau apapun itu. "Dia kuat, jangan khawatir!" kata Raiden mengerti dengan kekhawatiran istrinya. Sekar kembali menyandarkan punggungnya dengan lelah. "Kamu nggak tahu gimana kejamnya guru wanita itu!" katanya seraya mendengus kesal, membayangkan wajah Bu Monica yang da

