Khilaf (++)

1641 Words

Persiapan ke Jepang pun siap dalam hitungan hari saja. Sekar sedang mengingat-ingat keperluannya dan sang putra, agar tidak ada yang tertinggal. "Sayang, Jepang sedang musim dingin, jangan lupa jaket tebal untuk kamu dan Revan. Mama Arumi juga ingatkan," ucap Raiden di ujung sambungan video telponnya. Sekar menaruh ponselnya di atas meja hingga dia bisa sambil beberes, pria itu juga bisa melihat dari kamera video. "Okay itu juga sudah, Rai," sahut Sekar. Wanita itu bergumam sendiri mengulang kembali keperluannya dan Revan. "Jangan lupa pakaian tidur yang seksi." "Heh? Untuk apa?" "Untuk kamu pakai di malam pengantin kita." Terdengar suara tawa Raiden setelahnya. "Ish! Ayahnya Revan m***m!" "Eh, apa Revan ada di sana?" Seketika Raiden merasa bersalah takut ada putranya di sana dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD