Sebuah Rencana.

1094 Words

"Kamu ngomong apa tadi?" tanya Revan berbisik pelan pada Rio, saat ini mereka sudah ada di dalam restoran dan duduk satu meja dengan Yuza dan yang lainnya. Rio memutar bola matanya. Revan anak yang jenius, tapi kadang suka susah tanggap dalam hal lain. "Nanti saja, sekarang bersikap biasa dan jangan para orang dewasa itu mencurigai kita!" balasnya tak kalah pelan. Revan semakin dibuat bingung, tapi dia tak bisa bertanya lagi karena mendengar Yuza menyebut namanya. "Revan dan Rio rupanya kawan baik, ya, kalian anak-anak yang cerdas!" puji Yuza tersenyum ke arah dua bocah laki-laki itu. Mark mengangguk seraya tersenyum sopan. "Ada banyak kebaikan sejak kami mengenal keluarga Anda, Tuan, terimakasih banyak!" ucapnya mengangguk hormat. Yuza menggeleng, "Tidak-tidak! Semua itu karena ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD