Surat Cerai

1254 Words

Raiden cepat-cepat memakai celananya dan menyusul Sekar ke kamar mandi. Dia langsung membantu istrinya dengan mengikat rambut panjang Sekar dan satu tangannya memijat tengkuk. Berulang Sekar membasuh mulutnya dengan air keran. Wanita itu juga sampai mengeluarkan air mata karena rasa tidak nyaman di perut hingga tenggorokannya. "Sayang, jangan-jangan kamu hamil?" tebak Raiden. Napas Sekar masih terengah dan lemas. "Kayanya gak, Mas. Karena siklus haid aku normal," sanggah Sekar. Meski raut wajah suaminya langsung berubah pias tapi Sekar tidak ingin memberinya harapan. Jujur lebih baik memang dia belum hamil. "Aku masuk angin kayanya karena kecapean," lanjutnya. Raiden memapah istrinya kembali ke kasur. Mengambil pakaian tidur untuk Sekar pakai. "Aku akan buatkan teh hangat, kamu isti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD