Raiden berniat mengajak Sekar untuk jalan-jalan tapi telepon dari sekretarisnya membuat rencananya batal. "Maaf, Sayang. Aku harus balik ke kantor, masih ada jadwal meeting," kata Raiden dengan wajah penuh sesal. Sekar tersenyum sambil menyentuh rahang suaminya itu. "Nggak apa-apa, kita ketemu nanti malem," ucap Sekar menghiburnya. Raiden terkekeh. "Nanti kujemput jam 7, kita makan malam, gimana?" katanya. Sekar tertawa kecil. "Mentang-mentang Revan lagi nggak ada!" gelaknya. Raiden meraih pinggang Sekar dan menariknya mendekat. "Sudah lama kita nggak makan malam romantis, aku kangen suasana itu," ucap Raiden diakhiri bisikan lembut di telinga Sekar. Sekar seketika merona, dia paham benar maksud Raiden. "Baik, lalu ... apa aku perlu ke salon dulu? Supaya bisa memberikan penampila

