Arya dan Arumi bergegas membersihkan dan merapihkan diri mereka masing-masing. Meski semalam mereka begitu intim tapi pagi ini keduanya malah seakan tidak saling kenal satu sama lain. "Maafkan aku, semalam -" "Sudah, Mas. Tidak usah di bahas. Anggap saja tidak terjadi apapun semalam dengan kita." Arumi memotong kalimat Arya, dia tidak ingin mengingat kebodohannya. Buru-buru Arumi keluar kamar meninggalakan Arya yang terduduk lesu. "Kenapa kamu lakukan ini, Mona?" monolog Arya. Pria itu pun bergegas keluar kamar. Bukan mengejar Arumi tapi dia mencari istrinya, Mona. "Selamat pagi, Pak Arya," sapa salah satu petugas penginapan menghampiri ketika Arya celingak celinguk mencari Mona. "Iya, Selamat pagi," balas Arya tanpa mau berlama ngobrol. "Ibu Mona menitipkan surat ini untuk Anda." L

