Revan menelan saliva mendengar peringatan dari Rio. Dia sadar sudah terjebak dengan situasi. "Apa yang Uncle mau?" tanya Revan pasrah, Rio hanya menggeleng dengan wajah jengkel yang ditujukan pada ayahnya. Mark tersenyum. "Bukan hal besar," katanya sambil menegakkan kembali tubuhnya, "hanya ingin kamu bantu Uncle mengenai sesuatu hal kecil," lanjutnya seraya berkedip. Revan mengerutkan kening, dia tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Mark. Hanya dia ingat alasan kenapa mereka ada di hotel saat ini. "Apa yang bisa kubantu? Uncle nggak salah minta bantuan sama anak kecil kayak aku?!" tukasnya. Mark mengerjap mendengar ucapan Revan, anak itu tersenyum kecil padanya. Memang agak aneh jika dipikirkan secara logika, tapi dia yakin jika Revan bukan bocah 6 tahun biasa. Anak seumuranny

