Pemandangan yang sangat Alin rindukan selama ini, kini terlihat. Di kamar Bening-putrinya, Demian sedang bermain masak-masakan dengan anak yang usianya bahkan belum genap dua tahun itu, pria itu seolah menjadi pembelinya dan Bening penjual yang memasak pesanan Demian. Ayah dan putrinya itu terlihat bahagia. Belum genap dua tahun Bening bisa mempraktekkan seperti koki sungguhan. Sangat mengemaskan. Alin bersandar di kusen pintu kamar, terus menatap dengan senyum merekah. Ah! Seandainya Demian memiliki waktu setiap hari seperti ini bersama putrinya dan dirinya sendiri betapa bahagianya pernikahan mereka. Tapi nyatanya, tidak! Dengan alasan perusahaan sedang berkembang dan Demian sibuk di kantor, tidak memiliki waktu sedikitpun untuk dua wanita itu. Berangkat pagi pulang malam bahkan hamp

