Malu

1023 Words

"Alin?" Barra sempat ragu dengan suara Alin karena suaranya serak dan terdengar lirih. Mendengar suaminya menyebut nama mantannya, wajah Yanah langsung berubah tidak suka. Barra tersenyum kecut tanpa menghindar, dia tetap di sana menerima panggilan dari Alin agar istrinya tahu semua pembicaraannya dia me-loud speaker ponselnya. "Mas, maaf kalau aku mengganggu aktifitas kamu, tapi bisakah kamu datang ke Rumah Sakit Family sekarang?" "Tidak mungkin, Lin," tolak Barra. "Tolong, Mas. Bening sakit dan dia butuh tulang sumsum ayahnya." Bagai petir tengah hari bolong. Barra dan Yanah sama-sama terkejut bukan main. "Jangan bercanda kamu, Lin. Di sini ada istriku yang baru saja melahirkan. Dia mendengar percakapan kita," ketus Barra. "Lagi pula kamu bilang ayahnya atasan kamu bukan?" sambung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD