Keiko mengerutkan kening ketika membaca pesan dari Sekar. Langkahnya yang hendak menaiki teras pun terhenti sejenak untuk membaca ulang pesan itu. "Astaga! Bisa-bisanya dia lupa!" gerutunya sambil bergegas melangkah naik dan langsung menuju pintu. Suasana rumah dalam keadaan sepi karena Revan masih di rumah Mark. Biasanya setiap Keiko tiba di rumah selalu disambut dengan mainan remot atau bola sepak yang menggelinding, atau ada saja ulah jahilnya yang membuat orang dewasa tak habis pikir. "Nggak ada Revan, rumah jadi sepi," gumamnya sambil tersenyum geli membayangkan wajah keponakannya itu. Ketika itu dia melihat seorang pelayan membawa keranjang cucian di lantai atas, seketika dia teringat lagi pesan Sekar. "O-ow! Semoga benda itu masih ada!" gumamnya panik, lalu segera melangkah le

